Hal itu melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang ditetapkan sebesar 15 juta kunjungan.
Peningkatan kunjungan tersebut, menurut Menpar, menjadi pengungkit utama capaian devisa pariwisata nasional.
“Selama tiga triwulan pertama 2025, devisa pariwisata Indonesia tercatat mencapai 13,82 miliar dolar Amerika Serikat,” katanya.
Ia menilai capaian tersebut mencerminkan dua hal penting. Pertama, daya tarik dan daya saing pariwisata Indonesia terus menguat di mata wisatawan global.
Kedua, surplus kunjungan ini berpotensi memperkuat posisi neraca sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Dari sisi pergerakan wisatawan nusantara, Menpar memaparkan sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisnus telah mencapai 1,09 miliar perjalanan.
Angka ini melampaui target 1,08 miliar perjalanan dan menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
“Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata domestik memiliki resiliensi yang sangat kuat dan menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional,” tuturnya.
















