Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Utama BPS, Pudji Ismartini, mengingatkan bahwa tekanan inflasi pada awal Ramadan merupakan pola yang berulang setiap tahun.
“Secara historis, pada awal Ramadan selalu terjadi inflasi. Komoditas yang konsisten memberikan andil inflasi terbesar adalah daging ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, dan cabai rawit. Ini harus segera diantisipasi karena kita akan memasuki bulan Ramadan bulan depan,” ujarnya.
Meski demikian, Pudji mencatat adanya perkembangan positif pada sejumlah komoditas hortikultura di pertengahan Januari. “Harga cabai rawit turun sebesar 10,91 persen dan bawang merah turun 3,59 persen,” jelasnya.
Melalui penguatan kebijakan dan sinergi lintas sektor, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan jelang Ramadan 2026 dapat terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi dan inflasi pangan dapat ditekan.***
















