TERASJABAR. ID – Sugianto (33) nelayan asal Indramayu, Jawa Barat mendapat penghargaan dari Presiden Korea Selatan
Lee Jae-myung baru baru ini. Penghargaan diberikan lantaran Sugianto berjasa besar yakni menyelamatkan tujuh orang lansia dari amuk kebakaran.
Kronologisnya begini, pada tanggal 25 bulan Maret 2025 terjadi kebakaran hutan di Korea Selatan. Peristiwa tersebut menewaskan setidaknya 30 orang dan membuat 37,000 penduduk mengungsi.
Dari 30 korban tewas, empat di antaranya adalah petugas pemadam kebakaran dan pekerja pemerintah yang terjebak api di Sancheong. Api menghancurkan lebih dari 200 bangunan, termasuk kuil Buddha berusia 1.300 tahun. Lebih dari 4.600 petugas pemadam kebakaran dan tentara dikerahkan, dibantu 130 helikopter untuk mengendalikan api. Namun, angin kering membuat upaya pemadaman sulit.
Sugianto, nelayan asal Indramayu Jawa Barat yang tinggal mengontrak rumah di Gyeongjeong, sebuah desa pesisir yang berkontur perbukitan, di Kabupaten Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara ikut terkena musibah itu. Desa yang merupakan kampung nelayan yang ditinggali sekitar 60 warga dan mayoritas berusia lanjut itu menjadi sasaran amukan api.
Pada 25 Maret 2025 malam, pengeras suara dari kantor Desa Gyeongjeong tiba-tiba memberikan peringatan. Pejabat desa meminta warga keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.
Mendengar peringatan dari pengeras suara itu, Sugianto, bergegas keluar dari rumah kontrakannya yang menghadap laut.
















