TERASJABAR.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan peran krusial para akademisi dalam mengakselerasi kemajuan bangsa, melalui penguatan ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hal tersebut disampaikan oleh Mendiktisaintek dalam pertemuan Forum Dewan Guru Besar Indonesia di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Dalam arahannya, Mendiktisaintek menyebut gelar Guru Besar bukan sekadar pencapaian jabatan akademik tertinggi, melainkan ujung tombak tridarma yang harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada bapak ibu sekalian karena Dewan Guru Besar ini adalah Guardian of Value (penjaga nilai, red) yang menjaga nilai-nilai utama pendidikan tinggi,” tutur Mendiktisaintek di hadapan para Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.
Mendiktisaintek juga menyoroti perbedaan fundamental ekosistem riset di Indonesia dibandingkan negara maju.
Lebih lanjut ia mendorong para akademisi untuk tidak terjebak dalam rutinitas administratif atau perebutan jabatan struktural, melainkan fokus pada gairah (passion) meneliti.
Di negara maju, produktivitas profesor sangat ditentukan oleh kemampuan meraih hibah penelitian (research grant) yang kompetitif.
Salah satu poin transformasi yang menjadi fokus utama adalah pergeseran industri di Indonesia.
















