“Kita mendorong agar siswa tidak mengejar banyaknya materi saja, yang lebih penting adalah memastikan siswa benar-benar memahami apa yang dipelajari,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa Kemendikdasmen terus memperkuat dukungan bagi peningkatan kompetensi guru.
Salah satunya melalui kebijakan Satu Hari Belajar Guru yang memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kapasitas dan memperbarui metode pembelajaran.
Guru juga diupayakan agar menjadi guru wali, yang mendampingi murid dan bukan sekadar penegak disiplin.
“Di dunia kerja sekarang, yang paling penting adalah kemampuan berpikir analitis. Kemampuan lainnya seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas adalah hal yang mendasar. Selain itu, kemampuan di bidang AI dan Koding juga menjadi prioritas. Oleh sebab itu, kita ajarkan hal ini sejak di sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.
Penguatan Pembelajaran Mendalam menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen menyiapkan generasi yang mampu menghadapi dinamika era digital.
Di tengah derasnya arus informasi dalam budaya scroll society, pendidikan diharapkan melahirkan peserta didik yang tidak hanya terbiasa mengonsumsi informasi secara cepat, tetapi juga mampu berpikir kritis, memahami secara mendalam, dan menghasilkan solusi bagi tantangan masa depan.***
















