“Kami berharap kerusakan ringan dan sedang dapat selesai sebelum tahun ajaran baru 2026–2027. Untuk sekolah yang harus direlokasi dan dibangun baru dengan jumlah ruang kelas besar, bisa memakan waktu lebih dari setengah tahun. Namun kami berharap tahun ini semuanya bisa ditangani, karena dananya sudah tersedia dan sistem pengelolaannya diharapkan bisa mempercepat proses,” tutupnya.
Melalui percepatan rehabilitasi ini, Kemendikdasmen berharap proses pendidikan di wilayah terdampak bencana dapat kembali berjalan optimal dan berkelanjutan, serta menjadi fondasi kuat bagi masa depan pendidikan anak-anak Aceh.***
















