“Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, masa emas usia dini, hingga masa pertumbuhan harus dijaga mutunya. SPPG tidak hanya memastikan anak-anak kenyang, tetapi memastikan asupan gizinya seimbang, aman, dan berdampak bagi tumbuh kembang mereka,” tegasnya.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, menyampaikan bahwa MBG merupakan intervensi nyata negara yang dijalankan melalui kerja bersama lintas sektor dan masyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan, tetapi langkah besar untuk mengubah cara pandang bangsa terhadap gizi. Anak-anak hari ini tidak lagi makan asal kenyang, tetapi makan dengan gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, serat, dan vitamin yang disiapkan sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, dalam waktu relatif singkat, MBG telah menjangkau puluhan juta peserta didik dengan dukungan jutaan relawan dan puluhan ribu SPPG di berbagai daerah.
Ia menekankan bahwa kritik dan masukan publik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan.
“Ini adalah kerja bersama. Setiap masukan adalah koreksi agar pelayanan gizi semakin baik, karena yang sedang kita siapkan adalah masa depan bangsa,” tambahnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan MBG juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyampaikan bahwa kehadiran SPPG memberi dampak langsung bagi pembangunan manusia di daerah.
“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan sebuah bangunan, tetapi sebuah gerakan. Gerakan untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, ibu hamil mendapat asupan yang baik, dan masa depan Sumatera Utara disiapkan sejak hari ini,” ujarnya.

















