TERASJABAR.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z dan Milenial, memperkuat daya saing melalui konsep “Triple Readiness” atau tiga kesiapan: penguatan technical skills, soft skills , dan market entry readiness (kesiapan memahami dinamika pasar kerja).
Pesan itu disampaikan saat Menaker menutup Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan bagi Praja Muda Karana (Pramuka) Penegak dan Pandega se-Jabodetabek di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat.
Dilansir laman resmi Kemnaker, Yassierli menekankan, tiga kesiapan tersebut penting karena dunia kerja sedang menghadapi ketidakpastian global, persaingan internasional yang makin ketat, serta disrupsi teknologi yang kian masif.
Dalam situasi seperti itu, anak muda dituntut lebih adaptif agar tidak tertinggal saat memasuki dunia kerja, sekaligus mampu menangkap peluang baru yang muncul.
“Menghadapi tiga tantangan tersebut, tidak cukup hanya dengan technical skills dan soft skills . Anak muda harus memiliki market entry readiness atau kesiapan dalam memahami dinamika pasar kerja global,” ujar Yassierli.
Menaker menyoroti bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia industri. Otomatisasi dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak lagi hanya berperan sebagai alat bantu, tetapi telah mengubah cara industri bekerja dan berkembang.
“Fenomena ini memicu lonjakan kebutuhan akan tenaga kerja berketerampilan tinggi (high-skilled labor). Perusahaan kini mencari SDM yang tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga mahir merancang, mengelola, dan berkolaborasi dengan sistem AI,” tambahnya.
Menaker menyampaikan, delapan dari 11 keterampilan inti (core skills) yang diprediksi sangat dibutuhkan pada tahun 2030 adalah human skills . Keterampilan ini menekankan kemampuan kognitif, sosial, dan pengelolaan diri yang justru menjadi pembeda manusia di tengah percepatan teknologi.















