TERASJABAR.ID – Masjid Agung Kota Tasikmalaya diserbu pasukan. Bukan demo, melainkan aksi ekstrem dari Tasik Caving Community (TCC) yang turun gunung menggelar “Clean Up Masjid Agung”. Mereka menggunakan teknik vertikal, lengkap dengan peralatan pengamanan kerja di ketinggian, pada Minggu (12/4/2026).
Ini bukan sekadar nyapu-nyapu biasa! Ini misi gabungan edukasi keselamatan kerja di ketinggian yang diajarkan langsung ke pengurus masjid, agar tak ada yang nekat kerja di ketinggian tanpa pengaman.
Kolaborasi lintas komunitas tumpah-ruah, termasuk pecinta alam dan komunitas, semua merapat dengan satu target : bangun rasa peduli serta memghantam budaya jorok di tempat ibadah.
Sekitar 250 orang peserta pejuang kebersihan turun tangan bersihkan kubah masjid dengan disikat pakai tali vertikal. Pelataran, toilet, sarana ibadah semua disapu habis tanpa drama.
Ketua Pelaksana, Nisan Santoso, mengatakan, gerakan ini merupakan langkah awal kerja di ketinggian dengan wajib menggunakan standar keselamatan, “Nggak ada tawar dan harus aman dan harus profesional,” ungkapnya.
Ketua DKM Masjid Agung, KH. Muhammad Aminudin Bustomi, mengapresiasi luar biasa kerja TCC yang membuat Masjid Agung Tasikmalaya kinclong. “Masjid bersih lalu dengan ilmu keselamatan nyantol di otak. Ini baru berkah ganda,” kata Aminudin.
Hal senada diungkapkan safety officer Clean Up Vertical, Eris Krismayanto dari AREI Nasional. “Keselamatan kerja di ketinggian itu harga mati dan buat pegiat outdoor, kontraktor, instansi, pemerintah! Alat vertical beda sama panjat tebing, beda sama industri, tapi di sini kita saling support dan saling ajar. Maka stop kerja asal-asalan karena yawa taruhannya,” tandasnya.
“Ke depan, gerakan ini wajib dilanjut. Nggak cuma masjid, tapi semua fasilitas publik Yah seperti sekolah dan pabrik dan kolaborasi ini harus menular biar daerah lain ngebet bikin aksi serupa di daerahnya,” kata Eris.*












