TERASJABAR.ID – Mantan striker Italia, Paolo Di Canio, mengkritik keras keputusan pelatih Tottenham, Igor Tudor, yang mencadangkan kiper berpengalaman Vicario dan memberikan debut Liga Champions kepada Antonín Kinský, 22 tahun.
Spurs tertinggal 3-0 hanya dalam 15 menit di Wanda Metropolitano, dengan Kinsky kebobolan dua gol dengan mudah, lalu digantikan oleh Vicario setelah 16 menit.
Tudor membela keputusannya dalam konferensi pers pasca-pertandingan, menyebut Kinsky adalah kiper berbakat dan keputusan itu dilakukan untuk menjaga kondisi tim di bawah tekanan tinggi.
Ia menegaskan kesalahan yang terjadi lebih karena situasi pertandingan yang sulit dan bukan sepenuhnya karena kiper muda tersebut.
Namun, Di Canio menilai Tudor “menghancurkan” Kinsky dan bisa menghadapi konsekuensi dalam kariernya di level tertinggi.
Menurut Di Canio, keputusan ini menempatkan pemain muda yang baru tampil terbatas pada situasi yang terlalu berat dan membuatnya menjadi sasaran kritik media.
Ia juga menekankan bahwa kekalahan bukan sepenuhnya kesalahan Vicario, melainkan masalah tim secara keseluruhan.
Di Canio meragukan Tudor akan bertahan lama di Tottenham, menyebut klub kemungkinan mencari pelatih Inggris.
Tudor sebelumnya dipecat oleh Juventus pada Oktober 2025 dan digantikan oleh Luciano Spalletti, lalu menerima pekerjaan di Tottenham pada 14 Februari 2026, tetapi hingga kini telah kalah dalam empat pertandingan pertamanya bersama klub.
Kritik Di Canio menyoroti risiko besar mengambil keputusan ekstrem di pertandingan penting.-*
















