Dengan memanfaatkan CCTV, informasi terakurat dapat segera diketahui saat itu juga.
“Comand Centre nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petugas lapangan untuk monitoring sekaligus mengambil keputusan yang tepat terkait kondisi perjalanan mudik 1447 Hijriah,” tambahnya.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan, Program Mudik Gratis 2026 akan diberangkatkan pada 13, 14 dan 15 Maret 2026 dengan titik keberangkatan dari beberapa lokasi, seperti Terminal Leuwipanjang (Bandung), Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi.
Pemprov Jabar bersama dengan Jasa Raharja mempersiapkan kuota mudik gratis sebanyak 3.040 tiket dengan menggandeng beberapa PO bus, seperti PO. Sugeng Rahayu, PO. Damri, PO. Sinar Jaya, PO. Primajasa, PO. MGI. Total bus yang disediakan sebanyak 74 unit.
Melalui Program Mudik Gratis Tahun 2026, Pemprov Jabar menyediakan rute, baik dalam maupun luar Provinsi Jawa Barat.
Program mudik gratis terbuka untuk semua warga asal dan tinggal di Jawa Barat yang ingin mudik ke kampung halaman.
Armada bus yang akan digunakan juga telah memenuhi standar keselamatan yang disiapkan melalui pemeriksaan teknis (ramp check) sebelum keberangkatan.
Pengemudi dan kru juga dipastikan dalam kondisi sehat dan siap melayani penumpang selama perjalanan.
Selain dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dishub Jawa Barat juga berkoordinasi dengan dinas lainnya untuk memastikan keandalan jalur mudik, terutama mengantisipasi kemungkinan gangguan alam seperti longsor.
Ia memperkirakan, sekitar 70 persen pemudik akan menggunakan kendaraan pribadi. Banyak di antara mereka melintasi Jabar menggunakan jalan tol sehingga Dishub Jabar akan memastikan kelancaran lalu lintas di jalan tol.***
















