TERASJABAR.ID – Michael Carrick dikabarkan meminta manajemen klub agar tidak tergesa-gesa dalam menentukan sosok manajer permanen Manchester United untuk jangka panjang.
Ia menilai keputusan penting tersebut perlu dipikirkan secara matang demi kepentingan klub ke depan.
Setelah kepergian Ruben Amorim, Darren Fletcher sempat menangani tim dalam dua laga sebelum Carrick dipercaya sebagai pelatih interim hingga akhir musim.
Tantangan awalnya tidak ringan karena ia harus menghadapi tim-tim kuat seperti Manchester City, Arsenal, dan Fulham.
Meski begitu, legenda Setan Merah tersebut mampu membawa United meraih tiga kemenangan beruntun.
Rangkaian hasil positif itu diiringi produktivitas delapan gol serta posisi United yang kini menembus empat besar klasemen Liga Inggris.
Situasi tersebut secara otomatis meningkatkan peluang Carrick untuk dipertimbangkan sebagai manajer tetap.
Namun, jelang laga melawan Tottenham Hotspur, Carrick menegaskan bahwa ia tidak ingin klub mengambil keputusan secara terburu-buru hanya karena hasil jangka pendek.
Menurutnya, fokus utama adalah membantu Manchester United berkembang dan menjadi lebih kuat secara konsisten.
Ia menilai hasil dalam waktu singkat seharusnya tidak langsung mengubah arah kebijakan klub, baik dalam situasi positif maupun ketika menghadapi masalah.
Carrick menekankan pentingnya proses dan kemajuan yang stabil, seraya mengingatkan bahwa dinamika sepak bola bisa berubah dengan cepat.
Saat Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara, ekspektasi publik relatif rendah karena inkonsistensi performa tim di era Amorim.
Namun, kemenangan atas Manchester City dan kebangkitan dramatis melawan Arsenal di Emirates memunculkan optimisme baru.
Ujian sesungguhnya akan datang saat menghadapi Spurs di Old Trafford.
Kemenangan keempat beruntun bisa memangkas jarak dengan Aston Villa di posisi ketiga menjadi tiga poin, sekaligus memperbesar peluang United mengamankan tiket Liga Champions.-***















