Kemenangan Harga Mati untuk Timnas Indonesia
Setelah menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia pada 20 Maret 2025, Timnas Indonesia berada di posisi sulit di klasemen Grup C. Hasil imbang 2-2 pada pertemuan pertama melawan Bahrain di Riffa, 10 Oktober 2024, yang diwarnai kontroversi keputusan wasit, masih membekas di hati para pemain dan suporter.
- Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Senin 16 Maret 2026: Ada Galeri 24 dan UBS, Berikut Daftarnya
- Mudik Lebih Aman dan Nyaman, Wamenaker: Pekerja/Buruh Layak Dapat Apresiasi Nyata
- Ketua IKA UIN Cucu Sutara: Ramadhan Ajarkan Kita Pentingnya Jaga Kebersamaan
- IHSG Ambruk 5,91% dan Rupiah Tertekan, Pasar Indonesia Hadapi “Perfect Storm”
- DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Grand Design Pembangunan Kependudukan hingga 2045
Kini, dengan dukungan penuh dari suporter Tanah Air di SUGBK, Skuad Garuda wajib bangkit dan meraup tiga poin penuh.
Pertemuan sebelumnya di Bahrain meninggalkan luka bagi Garuda. Meski unggul 2-1 hingga menit-menit akhir, gol kontroversial Bahrain di injury time (menit 90+9) menyamakan skor menjadi 2-2.
Kali ini, di hadapan puluhan ribu suporter di SUGBK, Timnas Indonesia bertekad membalas dendam dan mengamankan poin penuh.
















