TERASJABAR.ID – Licorice atau akar manis merupakan tanaman herbal yang banyak ditemukan di kawasan Asia, termasuk Indonesia.
Bagian akar tanaman ini telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti eksim, sembelit, hingga tukak lambung.
Tanaman yang memiliki nama ilmiah Glycyrrhiza glabra ini juga dikenal memiliki rasa manis alami.
Licorice sering diolah menjadi teh herbal yang diseduh menggunakan air hangat.
Selain itu, ekstraknya juga tersedia dalam berbagai bentuk, seperti permen, suplemen, maupun bahan tambahan dalam produk kesehatan.
Dalam 100 gram licorice terkandung berbagai nutrisi, di antaranya karbohidrat, gula alami, kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium.
Tanaman ini juga kaya antioksidan, termasuk senyawa glycyrrhizin yang berperan penting dalam memberikan manfaat kesehatan.
Salah satu manfaat licorice adalah membantu meredakan gangguan pernapasan.
Teh licorice dipercaya dapat meredakan batuk dan sakit tenggorokan serta membantu meringankan gejala asma. Selain itu, licorice juga memiliki efek diuretik yang membantu tubuh mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine.
Licorice juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit berkat sifat antioksidan dan antiradang yang dimilikinya.
Kandungan tersebut dapat membantu mencegah peradangan kulit, mengurangi jerawat, serta melindungi kulit dari tanda penuaan dini akibat paparan sinar matahari.
Selain itu, ekstrak licorice dapat membantu meredakan gangguan pencernaan seperti gejala refluks asam lambung.
Senyawa di dalamnya juga diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab tukak lambung.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi licorice sebaiknya tidak berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping, seperti tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, dan kelemahan otot.
Oleh karena itu, penggunaan tanaman herbal ini sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.-*










