Sejak 2022, frekuensi berada di atas 1.000 perjalanan per hari, dengan 1.100 perjalanan pada 2023 dan tetap terjaga pada 2025 dengan 1.063 perjalanan per hari.
Angka ini menunjukkan tingginya tingkat pemanfaatan layanan KRL dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Jabodetabek.
Vice President Corporate Communication Anne Purba menyampaikan bahwa tren tersebut menjadi dasar penting dalam perencanaan penguatan layanan transportasi urban.
“Pertumbuhan pengguna dan frekuensi perjalanan yang konsisten menunjukkan peran strategis KRL dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat Jabodetabek. Kesiapan sarana menjadi faktor utama agar kualitas layanan dapat terus terjaga,” ujar Anne dalam siaran pers KAI.
Anne menambahkan bahwa penguatan sarana akan memperkuat ketepatan waktu perjalanan, kenyamanan pelanggan, serta keandalan operasional secara berkelanjutan.
“Dengan volume perjalanan harian yang tinggi, penguatan sarana KRL menjadi bagian penting dalam memastikan layanan transportasi massal tetap siap mendukung aktivitas masyarakat dari hari ke hari,” lanjutnya.
Komitmen negara dalam mendukung penguatan layanan transportasi urban tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025.
Presiden menyetujui pengadaan 30 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekaligus meningkatkan alokasi anggaran menjadi Rp5 triliun.














