TERASJABAR.ID – Laga El-Clasico Indonesia antara Persija vs Persib berakhir dengan skor imbang 2-2, laga ini memang berjalan dengan tensi tinggi dan membuat supporter juga panas dan mengalami kericuhan seusai laga.
Laga Persija vs Persub berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/2/2025) sore, setelah laga usai para supporter membuat kericuhan dan membuat 10 orang mengalami luka-luka.
Kericuhan terjadi di dalam dan di luar area Stadion Patriot Candrabhaga setelah pertandingan berakhir. Beberapa suporter terlibat dalam aksi saling serang, mengakibatkan sejumlah korban mengalami luka-luka.
Ada salah seorang Jakmania asal Angke, Jakarta Utara, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh oknum suporter saat merekam kondisi stadion usai pertandingan.
Ia yang merupakan pendukung Persija malah diserang karena tidak dipercaya sebagai suporter Macan Kemayoran. Selain mengalami pemukulan, ia juga kehilangan ponsel dan tasnya.
- Tak Lagi Impor Beras, Swasembada Indonesia Tekan Harga Beras Global Hingga 44 Persen
- Kemenkes Awasi Mutu MBG untuk 55,1 Juta Penerima Manfaat per Hari
- Tak Hanya Fisik, Kemenkes Pulihkan Kesehatan Jiwa Korban Bencana
- Aman untuk Lambung Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Mudah Dicerna
- Zona Integritas Bukan Sekadar Pemenuhan Indikator Mengejar Predikat, Menteri PANRB Ungkap Hal Ini
Lalu ada juga Linggar warga Cibitung, yang menjadi korban saat sedang memvideokan situasi di luar stadion bersama dua temannya. Saat mengendarai motor, ia dan temannya tiba-tiba dipukul oleh sekelompok orang tak dikenal. Bahkan, motor milik temannya hilang dalam insiden tersebut.
Kemudian untuk korban luka dalam kericuahn tersesebut kini dirawat di RSUD Dokter Chasbullah Abdul Majid. Dalam kericuhan itu, puluhan suporter juga diamankan ke Mapolres Metro Bekasi Kota.
Dari mereka yang diamankan, mayoritas mengaku sebagai korban salah sasaran akibat ketidakjelasan atribut dan identitas suporter yang hadir di lokasi.
Akibat kericuhan ini, kemungkinan besar Persija sebagai tuan rumah akan dikenakan sanski dari Komdis PSSI.

















