Tekanan Berat
Menurut Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, kurs rupiah mengalami tekanan berat akibat kebijakan tarif dari AS tersebut.
“Indonesia (mendapatkan tarif) 32 persen. Rupiah bakalan tertekan berat sebagai salah satu negara yang dikenakan tariff reciprocal besar,” kata Lukman dalam keterangannya.
Ia memperkirakan kurs rupiah diperkirakan kembali melemah hari ini. Sehingga besar kemungkinan akan volatile dan melibatkan intervensi Bank Indonesia.
“Indeks dolar AS terpantau volatile menyusul kebijakan tarif imbal balik Trump yang sedang diumumkan terlihat lebih agresif dari yang diperkirakan. Sentimen pasar saat ini sangat negatif dan risk off, BI akan intervensi,” ujarnya.***