TERASJABAR.ID – Kepergian Bejo Sugiantoro sangat mengagetkan para pecinta bola Indonesia, sebab kepergiannya begitu tiba-tiba pada Selasa, 25 Februari 2025 sore hari.
Kepulangan Bejo Sugiantoro yang tiba-tiba ini tentu mengagetkan anaknya yang bermain di Persib Bandung, Rahmat Irianto.
Diketahui Bejo mengalami kolaps dilangan dan kemudian terjatuh saat bermain bola bersama rekan mantan pesepakbola di lapangan SIER Surabaya.
Rekan Bejo Sugiantoro, Nugroho Mardiyanto yang juga ikut dalam tim Rosita FC menceritakan detik-detik kejadian tersebut.
Nugroho mengatakan Rosita FC hanya menggelar latihan terakhir sebelum memasuki bulan ramadan 2025, jadi ini adalah fun match tim Rosita vs Rosita, Coach Bejo Sugaintoro hingga Anang Ma ruf mengikuti kegiatan ini.
Pada babak pertama Nugroho mengatakan kalau Bejo masih main seperti biasa main full.
Akan tetapi babak kedua baru berjalan semenit, coach Bejo jatuh sendiri di lapangan dan kemudian dibantu oleh rekan yang lainnya.
- Nana Suhendra, Mantan Loper Koran Kini Jadi Kabid IKP Diskominfo Kuningan
- Vegan Bukan Sekadar Tren, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
- Asam Lambung Kambuh? Ini Pilihan Minuman yang Aman dan Menenangkan
- Kemendikdasmen Paparkan Program Prioritas 2026, Fokuskan Anggaran Rp52,12 Triliun untuk Pendidikan Bermutu
- Toyota Innova Tabrak Pantat Truk di Tol Cipularang, Kabag Kesra Pemkab Bekasi Tewas
Rekan tim semua berkumpul kemudian, Coach Bejo sempat diberikan oksigen cukup lama Tangannya sempat dipukul-pukul. Lidahnya juga sempat ditarik. Kemudian beliau sempat sadar, dan dibawa masuk ke mobil ambulans
Nugroho mengatakan kalau kondisi bejo saat itu wajahnya nampak pucat saat mendapatkan pertolongan pertama di lapangan akan tetapi kondisinya agak membaik setelah diberikan oksigen.
Akan tetapi saat berada dalam perawatan di rumah sakit Coach Bejo dikabarkan meninggal dunia.
Selain terkenal dengan Persebaya nya, Coach Bejo sendiri merupakan bek andalan di Timnas Indoensia era SEA Games 1997, 99 kemudian di Piala AFF 98, 2000 dan 2002.
Tentu kepergiannya merupakan duka bagi dunia sepakbola Indonesia.
















