TERASJABAR.ID – Kota Bandung terancam menjadi Lautan sampah, namun berbagai cara dan upaya dilakukan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan untuk mencegahnya.
“Antisipasi tumpukan sampah , sudah disiapkan berbagai cara mulai dari memperbanyak petugas pemisah sampah di tiap RW.sampai disiapkan puluhan mesin pengolahan sampah, ” ujar Farhan di Balai Kota, Senin (05/01/2026).
Farhan mengatakan, telah merekrut 1.597 petugas pengolah sampah karena mulai 12 Januari 2026 ada pembatasan pembuangan ke TPA Sarimukti.dari 1.200 ton jadi 970 ton.
“Sampah yang tidak.terangkut.ke.TPA ada 200 ton harus diolah agar tidak ada penumpukan sampah,” ujar Farhan
Farhan minta partisipasi masyarakat untuk membantu memilah sampah karena Kota Bandung menghadapi darurat sampah mulai 12 Januari 2026.
Upaya lain yang dilakukan untuk menyelesaikan sampah dengan penambahan penyapu jalan dan petugas Gober
“Total penambahan petugas kebersihan ada 6.000 orang dengan anggaran APBD Kota Bandung,” ujarnya.
Menurut Farhan petugas kebersihan ditempatkan di setiap RW , tegasnya selain mengolah sampah juga memberikan edukasi kepada warga.
Upaya lain, menambah dan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah melalui teknologi refuse derived fuel (RDF).
“Kapasitas sampah harus ditingkatkan yang semula mengolah sekitar 40 ton per hari harus menjadi 200 ton, itulah cara menyelesaikan masalah sampah,” ujar Farhan.
Farhan minta mewaspadai tempat pembuangan sementara (TPS) yang rawan penumpukan sampah di Kobana dan Ciwastra sebagai lokasi prioritas yang akan segera ditangani.
Farhan berharap, krisis darurat sampah yang terjadi Oktobe4 sampai November 2025 tidak terulang kembali .
















