TERASJABAR.ID – Tim gabungan kembali menemukan satu korban meninggal akibat banjir di Aceh Utara, yakni Tihawa (41), warga Desa Ulee Glee, Kecamatan Tanah Jambo Aye, pada Sabtu (10/1/2026).
Dengan penemuan tersebut, total korban jiwa akibat banjir kini mencapai 231 orang.
Jumlah ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh wilayah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Aceh Utara, Halidi, menyampaikan bahwa proses pencarian korban masih terus dilakukan sesuai arahan bupati.
“Sesuai instruksi bupati, SAR Aceh Utara bersama masyarakat terus melakukan pencarian. Dari data, enam warga kita masih dinyatakan hilang,” terang Halidi, Sabtu, 10 Januari 2026.
Tim SAR Aceh Utara bersama masyarakat setempat dikerahkan untuk mencari enam warga yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Keenam orang tersebut masing-masing Syawaluddin dari Desa Paloh Igeuh, Kecamatan Dewantara; Saidah dan Mawardah dari Desa Lhok Reudeub, Kecamatan Tanah Jambo Aye; M Salah dari Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan; Yahwa dari Desa Gunci; serta M Reza dari Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang.
Halidi menegaskan bahwa pencarian terus diintensifkan dengan dukungan masyarakat desa setempat.
Seluruh data korban banjir juga secara berkala disampaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar data di daerah selaras dengan catatan pusat.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu proses pencarian dan penanganan korban banjir di Aceh Utara.-***











