TERASJABAR.ID – Daun jelatang dikenal sebagai tumbuhan yang bisa menimbulkan sensasi seperti tersengat saat mengenai kulit.
Namun, setelah dikeringkan atau diolah, daun ini justru menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan.
Daun jelatang, atau Urtica dioca, telah digunakan sebagai obat tradisional sejak zaman dahulu.
Orang Mesir kuno misalnya, memanfaatkan olahan daun ini untuk meredakan radang sendi dan nyeri punggung.
Manfaat Daun Jelatang untuk Kesehatan
Daun jelatang memiliki bentuk lebar di tengah dan permukaan berambut halus. Bila disentuh, bisa menimbulkan rasa panas, gatal, kemerahan, hingga bengkak.
Namun setelah dimasak atau dikeringkan, daun ini bisa dikonsumsi, baik sebagai sayuran, teh, suplemen, atau diolah menjadi salep dan minyak esensial.
Beberapa manfaat utama daun jelatang meliputi:
Mengontrol kadar gula darah berkat senyawa UD-1 yang menyerupai hormon insulin; membantu mengurangi pembesaran prostat dengan menekan hormon dihidrotestosterone.
Menurunkan tekanan darah tinggi melalui kandungan oksida nitrat yang melebarkan pembuluh darah.
Meredakan nyeri radang sendi bila diaplikasikan sebagai salep; serta mengurangi gejala alergi dengan menekan efek histamin dalam tubuh.
Selain itu, daun jelatang diyakini bermanfaat untuk kesehatan rambut, mata, tulang, dan meningkatkan imunitas.
Namun, konsumsi daun jelatang perlu hati-hati bagi pengguna obat pengencer darah, diuretik, diabetes, atau lithium, serta ibu hamil, karena berisiko memicu kontraksi rahim.
Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum rutin mengonsumsi atau menggunakan olahannya.-***
















