Presiden Harus Kembali ke Jalan Negarawan
Pernyataan “silakan bertarung di 2029” tidak otomatis melanggar hukum, tetapi mencederai etika kepemimpinan dalam demokrasi konstitusional karena terlalu dini dan terlalu konfrontatif.
Bangsa ini tidak membutuhkan Presiden yang mudah tersulut. Bangsa ini membutuhkan Presiden yang: mengolah kritik menjadi koreksi; mengolah oposisi menjadi mitra deliberasi; dan mengolah kekuasaan menjadi pelayanan.
Jika periode pertama belum selesai, maka presiden seharusnya meminta waktu untuk dinilai, bukan mengumumkan “gelanggang berikutnya.” Dalam demokrasi, yang menentukan layak atau tidaknya periode kedua bukan pidato, melainkan fakta.#
















