TERASJABAR.ID – Pusing ketika berdiri kerap terjadi akibat hal sederhana, seperti kurang minum, terlambat makan, atau perubahan posisi tubuh yang terlalu cepat.
Meski sering dianggap ringan, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena dapat mengganggu aktivitas bahkan meningkatkan risiko terjatuh.
Perlu dipahami bahwa pusing bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi tertentu.
Keluhan ini sering muncul saat seseorang berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Biasanya hanya berlangsung beberapa detik, tetapi pada sebagian orang sensasi melayang atau berputar bisa bertahan lebih lama dan mengganggu keseimbangan.
Beberapa penyebab umum pusing saat berdiri antara lain hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah mendadak saat perubahan posisi tubuh.
Selain itu, dehidrasi juga berperan karena berkurangnya volume darah yang mengalir ke otak.
Anemia, gula darah rendah akibat terlambat makan, serta efek samping obat-obatan tertentu turut meningkatkan risiko.
Pada wanita, perubahan hormon saat hamil atau menstruasi juga dapat memicu keluhan ini.
Dalam kasus tertentu, gangguan jantung atau sistem saraf bisa menjadi penyebab yang lebih serius.
Untuk mencegah pusing saat berdiri, biasakan bangkit secara perlahan, cukupi kebutuhan cairan harian, dan jangan melewatkan waktu makan.
Jika harus berdiri lama, lakukan peregangan ringan agar sirkulasi darah tetap lancar.
Apabila pusing sering terjadi atau disertai gejala lain seperti nyeri dada atau lemas berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.-***

















