Selain itu, pelibatan UMKM dalam penyediaan merchandise serta penguatan komunikasi melalui materi visual, gim edukatif, dan maskot dari IP (Intellectual Property) lokal yang mewakili seluruh materi, mendukung sosialisasi dan literasi kesehatan.
Dari sisi lokasi, Kementerian Ekraf akan berkoordinasi memanfaatkan ruang publik strategis, seperti pusat perbelanjaan, sebagai lokasi pelaksanaan CKG.
Selain itu, kampus dan komunitas akan dilibatkan sebagai kanal sosialisasi dan pendaftaran peserta. Promosi program akan didukung melalui jejaring media, termasuk radio dan komunitas.
Sementara itu, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menjelaskan mekanisme pelaksanaan CKG yang berada dalam koordinasi dinas kesehatan daerah, dengan puskesmas sebagai ujung tombak layanan.
Dante juga menyebutkan kolaborasi dengan Kementerian Ekraf ini sekaligus sebagai bentuk kampanye kesehatan agar lebih banyak menyentuh ke semua lapisan masyarakat.
“Ke depan, penguatan puskesmas berbasis wilayah memungkinkan perluasan jangkauan CKG ke berbagai ekosistem masyarakat, termasuk komunitas dan home industry. Kolaborasi dengan sektor ekonomi kreatif juga akan dimanfaatkan untuk mendukung kampanye perubahan perilaku kesehatan sehingga layanan ini tidak hanya memberi layanan medis, tetapi juga meningkatkan literasi kesehatan masyarakat secara menyenangkan dan inovatif,” ujarnya.
Kedua kementerian sepakat menjadikan pengembangan CKG sebagai percontohan kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan layanan kesehatan dan kreativitas.
Melalui kolaborasi ini, CKG diharapkan tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.***
















