TERASJABAR.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) membahas peluang kolaborasi untuk mendukung ARCH:ID 2026, forum dan pameran arsitektur tahunan yang digagas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).
Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menilai kegiatan ini penting untuk menunjukkan inovasi arsitektur.
“ARCH:ID menjadi platform penting untuk menampilkan inovasi arsitektur dan mendorong kolaborasi nyata antar subsektor. Arsitektur juga berpotensi menjadi the new engine of growth bagi ekonomi kreatif,” ujar Irene, dikutip laman Kementerian Ekraf.
Wamen menyampaikan hal itu pada saat menerima audiensi IAI di Autograph Tower, Jakarta.
Ia menegaskan bahwa arsitektur memiliki peran strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif, khususnya dalam pemanfaatan ruang publik sebagai medium kolaborasi lintas subsektor, mulai dari desain komunikasi visual, interior, produk & furnitur, seni rupa, hingga pengembangan IP (Intellectual Property).
Menurut Wamen, keterhubungan ini menjadi kunci untuk menghadirkan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga bernilai dan berdampak bagi masyarakat.
“Kita ingin meng-elevate event ini ke level berikutnya. Bukan hanya diskusi, tapi membuka peluang kolaborasi nyata. Arsitektur harus hadir sebagai bagian dari solusi, sekaligus penggerak ekosistem kreatif,” ujarnya.
Irene menilai, ARCH:ID berpotensi menjadi ruang strategis untuk mempertemukan arsitek, desainer, pemerintah, dan pelaku industri kreatif melalui pendekatan aplikatif, seperti sesi matchmaking, showcase ruang publik, serta simulasi gagasan desain yang relevan dengan kebutuhan kota.
















