Selain itu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, mengatakan bahwa program BEKUP 2025 senantiasa memastikan inovasi anak bangsa yang tidak hanya berhenti sebagai ide, tetapi menjadi solusi yang tervalidasi pasar sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi.
“Demo Day BEKUP Accelerate 2025 menjadi sebuah momentum penting yang menandai komitmen Pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi kreatif digital nasional. Program ini dihadirkan untuk mendampingi startup tahap awal supaya memiliki ketahanan atau resilience dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang menantang atau sering disebut periode ‘tech winter’,” kata Deputi Neil.
Tema Demo Day kali ini yaitu “Surviving the Cold by Escaping the Usual Startup Agenda”. Saat kondisi dunia sedang dalam keadaan yang tidak menentu, startup harus berani mengambil pasar baru, memperkuat model bisnis, membangun kemitraan lintas sektor, dan menciptakan solusi yang tidak bisa disubstitusi.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang sudah tahunan berkomitmen membina ekosistem startup dan mengulik ekonomi kreatif dengan banyak warna. Program BEKUP menjadi mekanisme untuk menyatukan inovasi kebutuhan industri dan pembelajaran basis data sehingga KUMPUL.ID terus memastikan talenta digital di Indonesia mendapat akses yang sama sehingga kita bisa lebih fokus quality over quantity,” ucap founder and chairperson KUMPUL, Faye Wongso sebagai partner strategis BEKUP Accelerate 2025.
10 CEO dari aplikasi terbaik harus menghadapi 3 dewan juri yang terdiri dari VP Investment SPIL Ventures, Sumarny Elisabeth Manurung; Impact Investment Rabo Foundation, Hya Cynthia Kesuma; dan Senior Program Manager Kumpul, Dama Aji Purusadhikara.
Dalam sesi startup pitching, 3 startup yang siap tumbuh dan berdampak nyata bagi perkembangan usaha berbasis teknologi diantaranya:
- Envmission, startup yang menyediakan layanan manajemen inventori dan limbah untuk industri food and beverage, mengubah sampah makanan menjadi sumber daya bernilai yang membantu bisnis untuk mengurangi jejak karbon.
- KitaCare, startup yang menyediakan Daycare-as-a-Service (DaaS) dengan standar operasional profesional, pelaporan digital, kurikulum bermain, menu sehat, dan pelatihan pengasuh, mendukung produktivitas ibu bekerja serta perkembangan anak usia emas (0-5 tahun).
- CARDS, sistem manajemen sekolah yang menyederhanakan operasional harian, kegiatan akademik, serta pembayaran tuition fee dan transaksi kantin secara cashless bagi lembaga pendidikan atau sekolah.













