“Ketika inovasi masuk ke pemerintah dan diterjemahkan menjadi kebijakan, dampaknya bisa sangat besar bagi masyarakat. Inilah yang ingin kita dorong bersama melalui kolaborasi ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi lebih nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Ia menyebut selama ini banyak hasil penelitian di perguruan tinggi yang belum mampu menembus pasar karena kurangnya kolaborasi dengan dunia industri dan pemerintah.
“Lebih dari 90 persen bahkan hampir 99 persen hasil penelitian di dunia akademik tidak berhasil masuk ke pasar komersial. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah dan industri menjadi sangat penting agar inovasi bisa benar-benar dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pihaknya akan mengonsolidasikan perguruan tinggi di Indonesia untuk fokus pada pengembangan riset komoditas strategis yang mendukung kemandirian pangan nasional.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan sektor pertanian merupakan fondasi penting bagi peradaban bangsa sehingga perlu didukung dengan riset dan teknologi yang kuat.
Ia menjelaskan, BRIN telah menyiapkan peta jalan riset pangan nasional agar pengembangan inovasi antara lembaga riset dan perguruan tinggi dapat berjalan selaras dan tidak tumpang tindih.
Saat ini BRIN juga telah menghasilkan 188 paten bidang pangan dan berbagai produk inovasi di bidang pangan yang siap dimanfaatkan oleh industri.
















