Menurutnya, fluktuasi harga yang terjadi lebih banyak dipengaruhi faktor cuaca yang dapat menghambat proses panen dan distribusi.
“Secara produksi sebenarnya tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang memengaruhi proses panen,” jelasnya.
Freddy juga mendorong masyarakat mengurangi pemborosan pangan dengan melakukan pengolahan sederhana di rumah, seperti membuat bumbu dasar atau pasta cabai agar lebih tahan lama.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai.
Dari sisi keamanan pangan, praktisi keamanan pangan drh. Risky Aprillian mengingatkan pentingnya perencanaan belanja dan pengelolaan makanan yang baik, terutama untuk produk pangan asal hewan.
Ia juga menekankan pentingnya memahami konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam memilih pangan agar kualitas dan keamanan konsumsi masyarakat tetap terjaga.
Sementara itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan stok pangan nasional hingga Maret 2026 berada dalam kondisi aman.
“Insya Allah pangan kita aman. Pemerintah terus menjaga produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri, tetap terpenuhi,” ujar Amran.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya belanja bijak dan pengelolaan pangan yang baik sehingga momen Ramadan dan Idulfitri dapat dijalani dengan lebih tenang dan sehat.***
















