Salah satu industri yang membutuhkan pasokan jagung berdaya pati tinggi adalah PT Tereos FKS Indonesia.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kementan berkoordinasi dengan produsen benih nasional, termasuk PT Restu Agropro Jayamas di Kediri, Jawa Timur.
Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan, Tiurmauli Silalahi, menyampaikan pemerintah memperkuat sinergi antara petani dan industri melalui pengembangan varietas jagung pangan sesuai kebutuhan industri.
“Saat ini Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan sosialisasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai provinsi sentra jagung untuk memastikan pasokan industri berjalan berkelanjutan,” ujarnya, dilansir laman Kementan.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan pengembangan jagung pangan sangat memungkinkan didukung teknologi pengolahan yang semakin maju.
“Melalui penguatan kemitraan dan hilirisasi, jagung tidak hanya menjadi komoditas pakan, tetapi juga sumber bahan baku industri pangan bernilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional,” ujarnya.
Pemerintah optimistis strategi ini menempatkan jagung sebagai komoditas strategis yang tidak hanya menopang sektor peternakan, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan industri pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.***
















