Mensos menambahkan bahwa Kemensos juga telah menyalurkan bansos adaptif. Bansos adaptif tersebut diberikan sebagai dukungan Kemensos agar para korban dan keluarga bisa bangkit dari keterpurukan akibat bencana. Saat ini, Kemensos sudah menyalurkan bansos adaptif senilai lebih dari Rp632,7 miliar.
“Bansos adaptif yang sekarang sedang proses salur semuanya Rp637 miliar lebih,” ujar Mensos.
Ada beberapa macam bansos adaptif yang disalurkan oleh Kemensos. Pertama adalah santunan ahli waris. Kemensos telah memberikan santunan ahli waris kepada ahli waris 990 korban meninggal. Setiap ahli waris mendapatkan santunan senilai Rp15 juta.
Agar warga terdampak bisa hidup layak dan terbantu pemenuhan gizinya, Kemensos juga memberikan bantuan jaminan hidup senilai Rp450.000 per orang selama 3 bulan bagi 175.211 warga yang terdampak bencana.
Pemerintah melalui Kemensos juga memberikan santunan isian rumah senilai Rp3 juta per Kepala Keluarga (KK). Santunan tersebut dapat dipergunakan oleh korban bencana untuk membeli perabotan atau perkakas yang bisa menunjang kehidupan mereka di hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).
Sebanyak 47.688 KK yang telah diasesmen dan divalidasi juga mendapatkan bantuan stimulan sosial ekonomi. Besaran bantuan bagi masing-masing keluarga bernilai Rp5 juta. Dengan bantuan stimulan tersebut, diharapkan warga terdampak bisa kembali menggerakkan roda perekonomian keluarga.
Mensos menjelaskan bantuan tersebut masih terus berproses dan bertahap. Saat ini, Kemensos akan menyalurkan bantuan kepada 37 kabupaten/kota yang telah divalidasi oleh Kementerian Dalam Negeri.
“Progres per hari ini dapat kami laporkan, sudah ada 37 dari 53 kabupaten/kota yangh telah tervalidasi oleh Kemendagri dan siap disalurkan. Itu semua sudah diverifikasi dan divalidasi,” ujarnya.
Turut hadir dalam Rapat Satgas Pemulihan Bencana ialah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah serta perwakilan dari Danantara dan Kementerian/Lembaga lain yang tergabung dalam Satgas Pemulihan Bencana.***
















