Pertama, Mensos mengajak para guru untuk memahami konteks besar Sekolah Rakyat. SKP tidak boleh berdiri sendiri, tetapi harus selaras dengan visi pendidikan.
Kedua, SKP harus berbasis logika, mengikuti alur berpikir yang jelas, mulai dari proses yang dilakukan setiap hari, output hasil kerja, outcome di siswa, hingga impact untuk jangka panjang.
Ketiga, SKP harus terukur. Target tahunan, bulanan, dan harian harus jelas dan konkrit.
Ia juga menjelaskan tiga fungsi SKP, yaitu sebagai kompas kinerja, alat kerja, serta sebagai pendorong disiplin dan akuntabilitas.
“Yang penting pahami tiga konteks ini dan bawa pulang pemahamannya,” pesannya.***















