Sementara itu, Mensos menegaskan bahwa Kemensos memfokuskan intervensi pada keluarga yang terdampak secara fisik akibat bencana.
“Kemensos berfokus pada warga yang terdampak secara fisik. Rumahnya hilang, rumahnya rusak sedang, sehingga mereka tidak bisa beraktivitas,” katanya.
Ia menjelaskan, Kemensos telah menyiapkan bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp 5 juta per keluarga yang diberikan secara tunai berdasarkan hasil asesmen pemerintah daerah.
Bantuan ini diposisikan sebagai dukungan awal agar keluarga terdampak memiliki pegangan untuk bertahan dan mulai bangkit.
“Ini bantuan rintisan. Mereka benar-benar tidak punya cash. Setelah kebutuhan dasarnya aman, baru kita lihat apakah usahanya perlu penguatan lebih lanjut,” ucapnya.
Pemberdayaan sosial ekonomi Kemensos diarahkan pada pemulihan aset, akses, dan ability. Mulai dari sarana usaha yang rusak, terputusnya akses pasar, hingga penguatan keterampilan agar keluarga terdampak dapat kembali berusaha.
Mensos menambahkan, asesmen awal dilakukan oleh Kemensos untuk memetakan keluarga mana yang membutuhkan pemulihan sosial ekonomi. Dari hasil asesmen tersebut, akan dipilah keluarga yang memerlukan intervensi lanjutan dari Kementerian UMKM.
“Yang usahanya hancur, rumahnya rusak, dimulai dulu dari kita. Setelah itu diasesmen lagi, kalau perlu bantuan modal usaha, di situlah Kementerian UMKM intervensi,” katanya.
















