TERASJABAR.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melakukan sinkronisasi data untuk intervensi percepatan pemulihan korban bencana di wilayah Sumatera.
Hal ini penting dilakukan agar bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih, berkesinambungan, serta tepat sasaran.
“Data ini harus satu. Mana yang sudah kita bantu, mana yang masih perlu penguatan ekonomi, itu harus jelas,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam pertemuan dengan Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.
Dilansir laman Kemensos, pertemuan ini merupakan bagian dari koordinasi lintas kementerian dalam Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, khususnya pada bidang pemulihan ekonomi.
Fokus utama pembahasan adalah menyamakan basis data penerima manfaat serta memperjelas level intervensi masing-masing kementerian agar tidak tumpang tindih.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman memaparkan sejumlah program utama untuk pemulihan usaha mikro di wilayah terdampak bencana.
Yaitu, Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro (BanPres/BPUM), kemudahan persyaratan KUR, pembiayaan kelompok melalui PNM, bantuan peralatan produksi, pendampingan usaha, hingga rencana landing page “UMKM Sumatera Bangkit Bersama”.
“Kami menyiapkan skema pemulihan ekonomi agar pelaku usaha mikro bisa kembali berproduksi dan berjualan,” ujarnya.
















