Pada kesempatan yang sama, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menyampaikan bahwa materi yang diberikan dalam workshop diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku IKM dalam mengembangkan bisnisnya.
Materi tersebut meliputi strategi pemasaran digital, teknik fotografi produk, serta optimalisasi pemasaran melalui marketplace.
“Ke depan, IKM di Bali diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) untuk meningkatkan skala usaha dan daya saing, khususnya di sektor kriya dan fesyen,” ungkapnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Kemenperin optimistis transformasi digital IKM akan semakin memperkuat struktur industri serta mendorong peningkatan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.***
Sumber: Kemenperin
















