Kemenpar juga terus memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas, termasuk desa wisata sebagai pilar penting.
Selain keindahan alam, pariwisata Indonesia akan diperkuat melalui gastronomi, wisata bahari, heritage tourism, desain dan seni, serta wellness tourism.
“Kami ingin meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan secara menyeluruh, agar mereka merasakan kenyamanan, keamanan, dan kesan mendalam selama berkunjung ke Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menyampaikan bahwa sepanjang periode 15–30 Desember 2025, pergerakan penumpang di seluruh jaringan bandara yang dikelola InJourney Airports mencapai 7,8 juta penumpang.
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang mencapai 2,7–3 juta, tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sementara untuk Bali, penerbangan internasional mencatat peningkatan 1,9 hingga 2 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan bandara kini tidak sekadar menjadi pintu keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pariwisata. Karena itu, peningkatan layanan dan pengalaman penumpang (customer experience) terus dilakukan.
“Selama periode Nataru ini kami menghadirkan berbagai aktivitas customer experience seperti pemberian gift serta prosesi penyambutan wisatawan malam ini,” ujar Achmad Syahir.***


















