TERASJABAR.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong para pengelola geopark serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan secara optimal berbagai aspek yang diperlukan dalam proses revalidasi Geopark Indonesia oleh UNESCO Global Geopark (UGGp) dalam waktu dekat.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan proses revalidasi UGGp dan validasi Aspiring UGGp tahun 2026 merupakan momentum penting dan strategis bagi Indonesia.
Menurutnya, geopark di Indonesia bukan sekadar destinasi pariwisata, tetapi juga ekosistem yang menyatukan berbagai dimensi pembangunan berkelanjutan.
“Geopark merupakan ekosistem yang saling berkesinambungan dan menjaga keseimbangan antara konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab,” kata Widiyanti, dalam siaran pers Kemenpar.
Ia menjelaskan, geopark memiliki tiga peran utama bagi pengembangan sektor pariwisata nasional.
Pertama, sebagai destinasi wisata berbasis alam dan ilmu pengetahuan. Kedua, sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal.
Ketiga, sebagai model pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Karena itu, pengembangan geopark sangat sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata dalam membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” katanya.
















