Kemenkop akan menyiapkan pendampingan manajemen dan akses permodalan agar koperasi yang dibentuk tersebut tidak berhenti di tengah jalan.
Menkop menambahkan bahwa sinergi dengan BP Taskin tersebut akan memperkuat basis data penerima manfaat sehingga program-program yang diluncurkan pemerintah dapat lebih tepat sasaran.
Untuk itu basis data kemiskinan dan profil masyarakat di desa perlu disempurnakan secara bersama-sama dan dengan cara simultan.
“Bagi kami basis data itu diperlukan untuk treatment dan langkah yang tepat agar operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih bisa optimal,” ucapnya.
Menkop menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah agar koperasi dapat tumbuh sesuai potensi lokal. Untuk itu sinergi dengan BP Taskin ini diharapkan koperasi dapat benar-benar memberdayakan masyarakat miskin agar kesejahteraannya meningkat.
“Kami di Kemenkop bersama Kementerian Sosial akan segera melakukan uji coba secara bertahap agar penerima manfaat dari program Kemensos didorong menjadi anggota koperasi. Ini menjadi salah satu contoh bagian dari kegiatan yang bisa diendorse oleh BP Taskin,” katanya.
Menkop optimistis, dengan dukungan BP Taskin target percepatan pengentasan kemiskinan ekstrim di desa ataupun di kota dapat tercapai.
Ia juga menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan permanen tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial, melainkan harus melalui pemberdayaan ekonomi yaitu melalui koperasi khususnya Kopdes/ Kel Merah Putih.









