Yaya Sutarya menegaskan komitmen Kemendikdasmen dalam meningkatkan kualitas pengajaran melalui program beasiswa mikro-kredensial dan rekognisi pembelajaran lampau bagi instruktur yang belum meraih gelar sarjana.
Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memastikan kualitas pendidikan tetap berada di standar tertinggi, yang akan diperkuat melalui kebijakan desentralisasi dan penguatan akreditasi.
“Melalui akreditasi, LKP nantinya dapat menyelenggarakan uji kompetensi dan menerbitkan sertifikat sendiri, yang merupakan terobosan besar untuk memperkuat kredibilitas lembaga di mata industri,” jelas Yaya.
Keberhasilan strategi ini tercermin pada capaian tahun 2025, di mana program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) berhasil menyalurkan lebih dari 89 persen murid ke dunia kerja, sementara 90 persen lulusan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) telah sukses merintis usaha sendiri.
Konsolidasi strategis ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi erat antara industri, dinas pendidikan, dan lembaga kursus sebagai pilar utama dalam mencetak SDM Indonesia yang cerdas secara intelektual, terampil secara praktis, serta memiliki kecerdasan sosial yang kuat untuk bersaing di pasar kerja dunia.
Sinergi antara visi kecerdasan luas dari pemerintah pusat dengan dukungan anggaran serta rekomendasi dari pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan pendidikan nonformal tetap menjadi solusi konkret dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan kompetitif di kancah internasional.***
















