TERASJABAR.ID – Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kemitraan riset dan industri Indonesia–Jepang melalui diskusi strategis bersama New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) dan Toyota di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Forum ini difokuskan untuk mempercepat kolaborasi riset yang lebih aplikatif di bidang biofuel dan energi berkelanjutan, sejalan dengan agenda transisi energi dan penguatan daya saing industri nasional.
Diskusi digelar dalam format dialog terbuka yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri.
Pembahasan mencakup pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF), bioetanol generasi kedua berbasis limbah biomassa, serta kesiapan teknologi kendaraan multi-pathway seperti flex-fuel, hybrid, dan teknologi rendah emisi lainnya.
Dilansir laman Kemdiktisaintek, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menyampaikan bahwa rangkaian pertemuan ini diarahkan untuk mendorong lahirnya proyek percontohan kolaboratif yang terfokus dan berdampak.
Pemerintah menargetkan peluncuran sejumlah proyek kunci dalam waktu relatif singkat dengan memanfaatkan kapasitas terbaik dari institusi di Indonesia dan Jepang.
Menurutnya, hubungan yang telah terbangun kuat antara ITB dan Toyota menjadi salah satu modal utama dalam pengembangan kolaborasi riset jangka panjang.
Dirjen Fauzan juga menekankan pentingnya membangun kemitraan Indonesia-Jepang dalam kerangka jangka panjang, sejalan dengan visi penguatan ekosistem riset dan inovasi hingga satu dekade ke depan, fokus kerja sama ini diarahkan pada bidang-bidang strategis, termasuk biofuel dan teknologi berkelanjutan, selaras dengan prioritas riset NEDO saat ini.















