ICCN juga mengembangkan platform data bernama Kompas Navigasi untuk mendukung perumusan kebijakan pusat dan daerah.
“Kompas Navigasi Kebijakan Ekonomi Kreatif ini bertujuan memetakan potensi, tantangan, serta karakteristik setiap kabupaten dan kota. Peta ini menavigasi pemerintah dan pemangku kepentingan mengenai siapa melakukan apa, bagaimana, dan kapan, termasuk jenis intervensi yang dibutuhkan dari sisi SDM, insentif, riset, maupun kebijakan,” jelas Fiki.
Melalui Kompas Navigasi Kebijakan Ekonomi Kreatif, ICCN merekomendasikan rencana aksi untuk transformasi melalui: penguatan fondasi ekosistem, akselerasi kuadran PRIMA (Arsitektur, DKV, Periklanan, Seni Pertunjukan), intervensi terfokus kuadran potensial dan berkembang serta transformasi kuadran tertinggal (Kuliner, Kriya, Fesyen dll).
Melalui penguatan kemitraan dengan ICCN, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi, berbasis data, dan berkelanjutan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dari daerah hingga tingkat nasional.
Audiensi tersebut dihadiri jajaran pengurus ICCN antara lain Ketua Harian Vicky Arief Herinadharma, Bendahara Umum Andre Dubari, Wakil Bendahara Umum Robby Herawan, serta para deputi dan komite eksekutif.
Sedangkan Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan Anggara Hayun Anujuprana, Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran Radi Manggala, serta Tenaga Ahli Menteri Gemintang K. Mallarangeng.***
















