Pada sejumlah tanggal arus balik, tingkat keterisian Kereta Ekonomi Kerakyatan bahkan melampaui 100 persen per hari perjalanan karena adanya pola naik-turun penumpang pada lintas relasi.
Hal ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap layanan dengan tarif terjangkau tersebut.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Respons yang cukup baik menunjukkan bahwa layanan ini menjadi alternatif mobilitas yang diminati pada masa Angkutan Lebaran,” ujarnya.
Anne menambahkan bahwa masyarakat masih memiliki banyak pilihan tanggal dan relasi dengan okupansi yang relatif rendah.
Pelanggan dapat mempertimbangkan fleksibilitas jadwal atau memanfaatkan skema connecting train untuk memperoleh rute dan waktu keberangkatan yang sesuai.
KAI terus memantau dinamika penjualan dan memastikan kesiapan operasional agar Angkutan Lebaran 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan ruang mobilitas yang optimal bagi masyarakat.***
















