Sementara itu, KA Lokal terjual 47.089 tiket dari kapasitas 926.936 tempat duduk atau okupansi 5,1 persen.
Penjualan KA Lokal diperkirakan terus meningkat mendekati hari keberangkatan karena mayoritas tiket baru dapat dipesan mulai H-7.
Berikut beberapa tanggal dengan tingkat keterisian relatif rendah untuk KA Jarak Jauh antara lain:
1. 1 April 2026 (H+10): 21.174 tiket terjual dari 161.100 tempat duduk (13,1 persen)
2. 31 Maret 2026 (H+9): 32.841 tiket terjual dari 161.100 tempat duduk (20,4 persen)
3. 30 Maret 2026 (H+8): 50.672 tiket terjual dari 163.432 tempat duduk (31 persen)
4. 11 Maret 2026 (H-10): 38.384 tiket terjual dari 159.404 tempat duduk (24,1 persen)
5. 12 Maret 2026 (H-9): 58.439 tiket terjual dari 159.404 tempat duduk (36,7 persen)
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pola perjalanan Lebaran menunjukkan peningkatan bertahap pada periode pra-Lebaran dan diperkirakan mencapai puncak pada H-3 hingga H-1, serta kembali meningkat pada periode arus balik.
Sebagai bagian dari perluasan akses perjalanan masyarakat pada masa Lebaran, KAI menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan yang mulai dijual pada 25 Februari 2026 untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.
Hingga 3 Maret 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan mencatat penjualan 16.855 pelanggan dari total kapasitas 27.368 tempat duduk atau tingkat okupansi 62 persen.
















