• 1 April 2026 (H+10): 22.154 tiket terjual dari 161.100 tempat duduk (13,8 persen)
• 31 Maret 2026 (H+9): 33.785 tiket terjual dari 161.100 tempat duduk (21 persen)
• 30 Maret 2026 (H+8): 51.657 tiket terjual dari 163.432 tempat duduk (31,6 persen)
• 11 Maret 2026 (H-10): 40.846 tiket terjual dari 159.404 tempat duduk (25,6 persen)
• 12 Maret 2026 (H-9): 60.419 tiket terjual dari 159.404 tempat duduk (37,9 persen)
Relasi favorit seperti Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Semarang, dan Jakarta–Surabaya tercatat mengalami peningkatan pemesanan. Meski demikian, pada sejumlah tanggal pilihan tempat duduk masih tersedia dalam jumlah yang cukup.
Terdapat tiga stasiun keberangkatan favorit saat momen mudik yang dimanfaatkan masyarakat pada masa Lebaran tahun ini, yaitu Stasiun Pasarsenen, Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi yang mencatat volume penumpang tertinggi dibandingkan stasiun lainnya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan bahwa pola pemesanan tiket Lebaran cenderung meningkat secara bertahap dan diperkirakan mencapai puncaknya pada H-3 hingga H-1 sebelum Lebaran, serta kembali meningkat pada periode arus balik.
“Secara umum ketersediaan tempat duduk masih ada. Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan menggunakan jasa angkutan KA untuk merencanakan perjalanan dan memanfaatkan tanggal-tanggal dengan okupansi yang masih rendah,” ujarnya.
Anne menambahkan, pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif jadwal keberangkatan, memilih relasi berbeda, atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan (connecting train) untuk mendapatkan pilihan perjalanan sesuai kebutuhan.
KAI terus melakukan pemantauan terhadap dinamika penjualan serta memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia guna menghadirkan layanan Angkutan Lebaran 2026 yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan.***

















