TERASJABAR.ID – Meski belum sepopuler kacang hijau atau kacang merah, kacang hitam memiliki kandungan gizi yang sangat mengesankan.
Kacang ini kaya akan serat, protein, karbohidrat kompleks, vitamin, serta mineral, sehingga kerap disebut baik untuk mendukung program diet dan membantu mencegah diabetes.
Kacang hitam (Phaseolus vulgaris) berasal dari Amerika Selatan dan banyak digunakan dalam masakan khas Amerika Latin serta Karibia.
Rasanya sedikit manis, namun masih tergolong asing bagi sebagian masyarakat Indonesia.
Di balik ukurannya yang kecil, kacang hitam menyimpan nutrisi yang melimpah.
Dalam 100 gram kacang hitam terkandung sekitar 130 kalori, disertai karbohidrat, serat, protein, kalium, fosfor, magnesium, kalsium, dan folat.
Selain itu, kacang hitam juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin E, zat besi, zinc, selenium, serta berbagai antioksidan seperti flavonoid, polifenol, quercetin, dan antosianin yang memberi warna gelap khas pada kacang ini.
Berkat komposisi gizinya, kacang hitam menawarkan beragam manfaat kesehatan.
Kandungan protein dan seratnya membantu mengontrol nafsu makan sehingga mendukung penurunan berat badan.
Indeks glikemiknya yang rendah membuat kacang ini aman untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.
Serat dan efek prebiotiknya juga berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mencegah sembelit.
Selain itu, kacang hitam bermanfaat untuk kesehatan jantung dengan membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah.
Kandungan antioksidannya berperan melindungi kesehatan mata, menurunkan risiko kanker, serta membantu mencegah anemia melalui asupan zat besi dan folat.
Agar aman dan manfaatnya optimal, kacang hitam perlu direndam dan direbus terlebih dahulu sebelum diolah menjadi berbagai hidangan lezat.-***
















