TERASJABAR.ID – Isu menghebohkan tentang rencana pengunduran diri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dari Kabinet Merah Putih akhirnya terungkap sebagai hoaks. Pada Selasa, 18 Maret 2025, pukul 21:36 WIB,
Airlangga Hartarto secara tegas membantah rumor tersebut langsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menyudahi spekulasi yang sempat memicu keresahan di kalangan masyarakat dan pelaku pasar.
Isu ini mulai beredar luas di media sosial dan beberapa platform daring beberapa hari terakhir, dengan klaim bahwa kedua menteri senior ini akan mundur pasca-Lebaran 2025.
Kabar tersebut bahkan dikaitkan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 6% pada perdagangan hari ini, yang memicu persepsi negatif di kalangan investor.
Namun, Airlangga dengan lugas menyatakan bahwa dirinya tetap berkomitmen menjalankan tugas dan tidak memiliki rencana untuk mundur. “Pertama, saya tetap bekerja, konsentrasi bekerja, dan tidak ada rencana mundur,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
- Peralatan Lighting Tersambar Petir, Puluhan Komunitas Musisi Lokal Tetap Ramaikan Halal Bihalal
- Pilkades PAW Kabupaten Bandung Siap Digelar, Kang DS Tekankan Keadilan dan Keterbukaan
- Silaturahmi Ba’da Idulfitri, Paguyuban Pasundan Perkuat Persatuan dan Pendidikan
- Pasutri yang Tewas Terseset Banjir di Cianjur Bersama Motornya Ternyata Warga Cinunuk
- DISKRIMINATIF DAN INKONSISTENSI KPK DALAM PENAHANAN YAQUT
Lebih lanjut, Airlangga juga menegaskan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak memiliki rencana serupa. Ia mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Sri Mulyani pada siang hari ini dan memastikan bahwa sang menteri tetap aktif menjalankan tugasnya.
“Ibu Sri Mulyani saya sudah komunikasi tadi siang. Ibu juga sedang bekerja penuh. Jadi itu hoaks,” tegas Airlangga.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hariqo Wibawa Satria, juga turut mengklarifikasi bahwa kabar tersebut adalah hoaks. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bijak dalam menyaring informasi, terutama yang berasal dari sumber yang tidak jelas.
















