TERASJABAR.ID – Isu menghebohkan tentang rencana pengunduran diri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dari Kabinet Merah Putih akhirnya terungkap sebagai hoaks. Pada Selasa, 18 Maret 2025, pukul 21:36 WIB,
Airlangga Hartarto secara tegas membantah rumor tersebut langsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menyudahi spekulasi yang sempat memicu keresahan di kalangan masyarakat dan pelaku pasar.
Isu ini mulai beredar luas di media sosial dan beberapa platform daring beberapa hari terakhir, dengan klaim bahwa kedua menteri senior ini akan mundur pasca-Lebaran 2025.
Kabar tersebut bahkan dikaitkan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 6% pada perdagangan hari ini, yang memicu persepsi negatif di kalangan investor.
Namun, Airlangga dengan lugas menyatakan bahwa dirinya tetap berkomitmen menjalankan tugas dan tidak memiliki rencana untuk mundur. “Pertama, saya tetap bekerja, konsentrasi bekerja, dan tidak ada rencana mundur,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
- Mentan Kumpulkan 170 Bupati, Perkuat Irigasi dan Perkebunan Jaga Produksi Pangan Nasional
- Industri TPT Tetap Terkendali, Pemerintah Percepat Antisipasi Dinamika Global
- Percepat Target Net Zero Emission 2050, Kemenperin Perkuat Lima Pilar Reduksi Emisi Industri
- Ketua BAZNAS RI : Zakat Harus Jadi Instrumen Utama Kesejahteraan Umat
- Ketua Komisi V DPRD Jabar : Pembangunan 24 Sekolah Baru untuk Atasi Kesenjangan Pendidikan
Lebih lanjut, Airlangga juga menegaskan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak memiliki rencana serupa. Ia mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Sri Mulyani pada siang hari ini dan memastikan bahwa sang menteri tetap aktif menjalankan tugasnya.
“Ibu Sri Mulyani saya sudah komunikasi tadi siang. Ibu juga sedang bekerja penuh. Jadi itu hoaks,” tegas Airlangga.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hariqo Wibawa Satria, juga turut mengklarifikasi bahwa kabar tersebut adalah hoaks. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bijak dalam menyaring informasi, terutama yang berasal dari sumber yang tidak jelas.
















