terasjabar.id
Kamis, 5 Maret 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Kamis, 5 Maret 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Sport

Jürgen Klopp Ungkap Alasan Gabung Red Bull dan Pandangannya soal Masa Depan Sepak Bola Jerman

Eka Purwanto by Eka Purwanto
20 Okt 2025 20:12
in Sport
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Jürgen Klopp Ungkap Alasan Gabung Red Bull dan Pandangannya soal Masa Depan Sepak Bola Jerman

Jürgen Klopp. (Football Espana)

TERASJABAR.ID – Dalam wawancara panjang dengan Kicker, Jürgen Klopp berbicara tentang perannya di Red Bull dan pandangannya terhadap arah perkembangan sepak bola Jerman.

Pada awal tahun ini, pelatih berusia 58 tahun itu resmi menjadi Kepala Sepak Bola Global Red Bull.

Tugasnya mencakup seluruh klub dalam jaringan multi-klub Red Bull, mulai dari RB Leipzig di Bundesliga hingga New York Red Bulls di MLS.

Klopp mengatakan bahwa ia bukan tipe orang yang datang dan langsung melakukan perubahan besar.

Ia lebih suka memahami situasi lokal dan alasan di balik setiap keputusan sebelum memutuskan untuk mengubah sesuatu.

“Yang dulu saya lakukan di satu klub, kini saya lakukan dalam skala yang lebih luas. Saya tidak memantau semua klub setiap hari—itu bukan peran saya. Saya ingin mendukung mereka agar bisa berkembang semaksimal mungkin. Mengenal banyak orang dari berbagai negara dan budaya juga menjadi hal yang sangat menyenangkan. Dan apa yang lebih baik dari berbicara tentang sepak bola?” ujar Klopp.

BACA JUGA: Stefano Pioli: Fiorentina Tak Pantas Kalah, VAR Hancurkan Fair Play

Ia juga menanggapi kritik atas keputusannya bergabung dengan Red Bull, mengingat reputasinya sebagai sosok yang menjunjung nilai tradisional sepak bola Jerman.

“Saya tahu sebagian orang di Jerman tidak setuju, tapi saya benar-benar menikmati pekerjaan ini,” katanya.

Tentang transisi dari dunia kepelatihan, Klopp menambahkan bahwa ia tidak merasa kehilangan semangat setelah berhenti melatih.

“Saya tidak pernah berpikir untuk berhenti bekerja sepenuhnya. Saya bukan pemain golf, jadi saya tidak tahu apa yang harus dilakukan jika tidak bekerja,” ujarnya sambil tertawa.

Klopp mengatakan bahwa dirinya masih memiliki energi, namun tidak cukup untuk kembali memulai semuanya dari awal seperti yang ia lakukan pada tahun 2015 karena hal itu akan terlalu melelahkan.

Klopp juga menyinggung masa depan sepak bola Jerman. Ia merupakan bagian dari kelompok ahli DFL yang bertugas merumuskan strategi pengembangan sepak bola nasional.

Salah satu gagasan yang ia dukung adalah pembentukan liga U-21 bagi klub profesional, mirip dengan Premier League 2 di Inggris.

Menurut Klopp, langkah tersebut akan membantu memperpanjang masa pengembangan pemain muda.

ADVERTISEMENT

“Kita terlalu cepat memutuskan nasib pemain di usia 17 atau 18, padahal banyak yang belum berkembang sepenuhnya. Dengan adanya liga U-21, mereka mendapat waktu lebih lama untuk tumbuh dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan profesional,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan pelatih muda dalam sistem baru tersebut.

Klopp mengaku terus berdiskusi dengan petinggi DFL dan DFB seperti Marc Lenz dan Andreas Rettig untuk mewujudkan ide itu, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan klub-klub profesional.

Klopp juga menyoroti kurang optimalnya akademi RB Leipzig dalam mencetak pemain lokal, karena sebagian besar talenta mereka berasal dari luar negeri.

“Kami sudah mulai memperbaikinya dengan menunjuk David Wagner sebagai kepala akademi baru. Ia punya pengalaman luas di pengembangan pemain muda dan berbagai level kompetisi,” katanya.

Namun, Klopp menegaskan bahwa perubahan tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh Leipzig.

“Ini bukan hanya soal satu klub, tapi soal sistem sepak bola secara keseluruhan. Kunci pengembangan pemain terletak pada latihan dan kompetisi yang sesuai usia,” ujarnya.

Di Jerman, tim profesional diizinkan memiliki tim cadangan yang bisa berlaga hingga level 3. Liga, contohnya Stuttgart II dan Hoffenheim II.

Namun, sistem ini sering dikritik karena dianggap menghambat promosi klub independen dan tidak selalu berfungsi sebagai wadah pengembangan pemain muda.

RELATED POSTS

Uli Hoeneb Desak Penghapusan Aturan 50+1 demi Kemajuan Sepak Bola Jerman

Jürgen Klopp Incar Schicker Gantikan Schröder di Klub Austria

Karena itu, ide Klopp tentang pembentukan liga U-21 dinilai banyak pihak sebagai solusi potensial untuk memperbaiki sistem pembinaan pemain di Jerman.-***

Tags: Jürgen KloppRed BullSepak Bola Jerman
ShareTweetSend

Related Posts

Uli Hoeneb: Bayern Kini Lebih Menyenangkan Ditonton
Sport

Uli Hoeneb Desak Penghapusan Aturan 50+1 demi Kemajuan Sepak Bola Jerman

26 Nov 2025 00:02
Jürgen Klopp Ungkap Alasan Gabung Red Bull dan Pandangannya soal Masa Depan Sepak Bola Jerman
Sport

Jürgen Klopp Incar Schicker Gantikan Schröder di Klub Austria

28 Okt 2025 02:50
Next Post
Said El Mala Jadi Target Transfer Masa Depan Bayern Munich

Wonderkid Jerman Said El Mala Diminati Inter Milan dan PSG

Kesalahan di Der Klassiker Tak Goyahkan Kepercayaan Borussia Dortmund pada Jobe Bellingham

Kesalahan di Der Klassiker Tak Goyahkan Kepercayaan Borussia Dortmund pada Jobe Bellingham

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Besar-Besaran! Mie Gacoan Jawa Barat Adakan Loker untuk Tamatan SMA dan SMK

Besar-Besaran! Mie Gacoan Jawa Barat Adakan Loker untuk Tamatan SMA dan SMK

21 Feb 2026 15:54
BURUAN DAFTAR! PT Nabati Rancaekek Bandung Adakan Loker Buat Lulusan SMA SMK

BURUAN DAFTAR! PT Nabati Rancaekek Bandung Adakan Loker Buat Lulusan SMA SMK

25 Feb 2026 15:40
Saat Manggung, Dalang Dede Chandra Sunarya dari Pusaka Putu Giriharja Wafat

Saat Manggung, Dalang Dede Chandra Sunarya dari Pusaka Putu Giriharja Wafat

1 Mar 2026 17:20
TERBARU! Borma Dago Bandung Buka Loker Karyawan Periode Magang Puasa Lebaran 2026

TERBARU! Borma Dago Bandung Buka Loker Karyawan Periode Magang Puasa Lebaran 2026

28 Feb 2026 15:29
Usai Kejari Cianjur dan Sumedang, Kapan Kejati Jabar Usut Penyimpangan PJU di Jabar

Usai Kejari Cianjur dan Sumedang, Kapan Kejati Jabar Usut Penyimpangan PJU di Jabar

0
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Senin 9 Februari 2026: Galeri 24 dan UBS Stabil

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Kamis 5 Maret 2026: Ada Galeri 24 dan UBS

0
Tega, Bocah di Cipatat KBB Dibunuh Kakak Tirinya, Polisi Dalami Motifnya

Tega, Bocah di Cipatat KBB Dibunuh Kakak Tirinya, Polisi Dalami Motifnya

0
TPAKD Garut Percepat Program Kerja 2026 Inklusi Keuangan Tetap Jadi Target

TPAKD Garut Percepat Program Kerja 2026 Inklusi Keuangan Tetap Jadi Target

0
Usai Kejari Cianjur dan Sumedang, Kapan Kejati Jabar Usut Penyimpangan PJU di Jabar

Usai Kejari Cianjur dan Sumedang, Kapan Kejati Jabar Usut Penyimpangan PJU di Jabar

5 Mar 2026 12:14
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Senin 9 Februari 2026: Galeri 24 dan UBS Stabil

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Kamis 5 Maret 2026: Ada Galeri 24 dan UBS

5 Mar 2026 11:32
Tega, Bocah di Cipatat KBB Dibunuh Kakak Tirinya, Polisi Dalami Motifnya

Tega, Bocah di Cipatat KBB Dibunuh Kakak Tirinya, Polisi Dalami Motifnya

5 Mar 2026 08:14
TPAKD Garut Percepat Program Kerja 2026 Inklusi Keuangan Tetap Jadi Target

TPAKD Garut Percepat Program Kerja 2026 Inklusi Keuangan Tetap Jadi Target

5 Mar 2026 08:05
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.