Trembesi Mattoanging
Kembali ke periode jabatan Marga Taufiq sebagai Dandim Makassar (2006 – 2009). Periode yang ia sebut sebagai periode “nanam trembesi”. Diawali dengan langkah koordinasi dengan seniornya, Danbrigif Kariango, Kolonel Inf Doni Monardo.
“Bahasanya koordinasi, tetapi yang tepat adalah berguru. Saya belajar banyak tentang pohon, khususnya trembesi. Termasuk tips atau strategi bagaimana supaya penanaman trembesi berhasil,” tutur ayah dua anak ini.
Marga Taufiq langsung mengaplikasikan ilmu dari “suhu” Doni dalam menanam trembesi. Sasaran penanaman pertama adalah area sekitar Stadion Mattoanging Kelurahan Mattoanging, Kecamatan Mariso, Makassar.
Tak kurang dari 105 bibit trembesi dari Brigif Kariango ditanam di sekitar stadion. “Satu pohon dijaga satu atau dua prajurit. Mereka bertanggung jawab atas kelangsungan hidup trembesi. Kalau sampai mati, saya kenakan sanksi keras. Pokoknya saya tiru cara pak Doni menghijaukan Brigif Kariango,” ujarnya sambil tertawa.
Termasuk menghukum prajurit yang kedapatan pohonnya mati. Ia harus mencari bibit pengganti, menjaga, dan merawat. “Bahkan saya dengar, pak Doni menghukum prajurit Brigif tidur di dekat pohon trembesi yang baru ditanam, sebagai bentuk hukuman atas kematian bibit trembesi sebelumnya. Tapi memang benar. Dengan cara itu, tingkat keberhasilannya nyaris seratus persen,” kata Marga Taufiq.
Selain itu, bibit trembesi dari nursery Brigif memang bagus-bagus. Mereka baru akan membagikan bibit yang usianya di atas delapan bulan. “Kalau di tempat lain, terkadang bibit umur tiga bulan sudah ditanam. Padahal, proses pemindahan bibit dari nursery ke lokasi tanam saja bisa mengakibatkan kerusakan polybag,” tambahnya.
Setelah penanaman selesai, setiap sore anggota harus mengecek kondisi tanaman. Selain itu, dua minggu sekali, Dandim Marga Taufiq mengajak anggotanya berolahraga di sekitar stadion. Hanya saja, selain olahraga, mereka harus membawa serta ember dan cangkul, untuk merawat trembesi di sekitar Stadion Mattoanging.
Enam-sampai-dua-belas bulan sejak ditanam, trembesi-trembesi itu memang membutuhan perhatian ekstra. Marga Taufiq paham betul, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan bibit pohon gagal tumbuh.
Faktor-faktor yang dimaksud antara lain kekurangan atau kelebihan air, kurang mendapatkan cahaya matahari, kurang nutrisi, suhu ekstrem, serangan hama, atau media tanam yang tidak cocok. Selain itu, juga masih ada faktor lain seperti kualitas genetik bibit yang buruk, kesalahan penanganan, dan lain sebagainya.
“Menanam terlalu dalam, juga bisa mengakibatkan bibit trembesi mati. Tapi di luar semua faktor tadi, khusus di sekitar stadion Mattoanging masih ada faktor lain,” ujar Marga Taufiq sambil tertawa. Lalu melanjutkan, “faktor terinjak-injak supporter PSM Makassar… ha… ha… ha….”











