Untuk itu, Bapanas mendorong Bulog di seluruh daerah Indonesia untuk memulai penyaluran program bantuan pangan beras dan minyak goreng.
Ini karena melalui implementasi salah satu program stimulus ekonomi kuartal pertama ini, diharapkan daya beli dan konsumsi masyarakat dapat terus terjaga pada tren yang membaik.
Program bantuan pangan seperti ini terbukti mampu memberi daya ungkit bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat lebih terbantukan dalam pengeluaran konsumsi sehari-harinya. Ini karena kebutuhan terhadap pangan pokok telah disokong pemerintah. Daya beli masyarakat pun semakin terjaga, termasuk mulai dari masyarakat desil satu.
Bantuan pangan selama tahun 2025 pun turut berandil positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan komponen konsumsi rumah tangga merupakan penggerak terpenting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan konsumsi rumah tangga yang terjaga turut pula menandakan daya beli masyarakat yang baik.
Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 diumumkan menorehkan angka yang cukup baik pada level 5,11 persen dan menjadi yang tertinggi sejak 2023.
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi (year on year), berada di 5,39 persen untuk triwulan IV tahun 2025 dan juga menjadi capaian triwulan IV tertinggi sejak COVID-19.
Terpisah, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian memastikan pelaksanaan program bantuan pangan telah lengkap dan siap salur.
Amran menegaskan apabila terkait kebutuhan bagi masyarakat, ia akan selalu bertindak cepat tanpa memakan waktu berlarut-larut.
















