Shin sering memainkan Idzes sebagai bek tengah utama, memanfaatkan kekuatan fisik dan kemampuan membaca permainannya untuk memperkuat lini belakang.
Di bawah Shin, Idzes juga dipercaya sebagai kapten dalam beberapa laga, termasuk dua pertandingan terakhir melawan Jepang dan Arab Saudi, yang menunjukkan kepercayaan besar pelatih terhadapnya.
Era Patrick Kluivert: Fleksibilitas dan Sentuhan Eropa
Pergantian tongkat estafet ke Patrick Kluivert pada Januari 2025 membawa angin segar bagi Timnas Indonesia, termasuk bagi Jay Idzes. Kluivert, legenda sepak bola Belanda dengan pengalaman melatih di berbagai level, memperkenalkan pendekatan yang lebih fleksibel dan taktikal dengan nuansa Eropa. Idzes, yang sudah terbiasa dengan gaya sepak bola Belanda dari masa kecilnya di Mierlo hingga kariernya di Venezia, merasa lebih “di rumah” dengan filosofi Kluivert.
- Tragedi DPRD Makassar: Massa Bakar Gedung, Tiga Orang Meninggal Dunia
- Insiden Ojol Tewas, Ombudsman RI Tekankan Profesionalisme Aparat dalam Pengamanan Aksi Unjuk Rasa
- Prabowo Kunjungi Rumah Duka Affan, Pengemudi Ojol yang Tewas Saat Demo
- WASPADA! Data Salesforce Google Diretas, Pengguna Diminta Ganti Password
- Ricuh Demo Ojol di Bandung, Bangunan Milik MPR RI Hangus Terbakar
“Coach Patrick punya gaya yang lebih santai tapi tetap serius di lapangan. Dia memberi kami kebebasan untuk berekspresi, tapi dengan struktur yang jelas,” kata Idzes saat sesi konferensi pers jelang laga melawan Australia pada 20 Maret 2025.
Kluivert mempertahankan Idzes sebagai kapten, menegaskan bahwa bek Venezia ini adalah jembatan penting antara pemain lokal dan diaspora. Perbedaan mencolok yang dirasakan Idzes adalah fokus Kluivert pada penguasaan bola dan permainan kombinasi, berbeda dengan pressing agresif ala STY.