Namun demikian, pengguna jalan diimbau untuk tetap harus mematuhi rambu-rambu dan aturan yang berlaku, termasuk batas kecepatan maksimal 40 KM/jam.
“Sejauh ini saya melihat kesiapannya sangat bagus sekali. Bahkan dibandingkan saat saya mencobanya pada tahun 2024, kini kondisinya sudah semakin bagus. Mengingat saat ini masih sering terjadi hujan yang membuat jalan lebih sering basah, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi diimbau untuk memeriksa kembali kondisi kendaraannya sebelum melakukan perjalanan,” kata Ridwan.
Sementara itu, pada Jalan Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi yang dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), ruas tol fungsional yang sebelumnya hanya difungsionalkan hingga Paiton akan diperpanjang hingga Situbondo Barat.
Penambahan ruas fungsional ini memiliki panjang sekitar 49,68 KM dan dinilai signifikan dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas di wilayah Jawa Timur, sekaligus menjadi bagian dari percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menghubungkan ujung timur Pulau Jawa.
Untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, Jasa Marga juga memfungsionalkan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) pada segmen Sadang–Setu sepanjang 52 KM.
Ruas Proyek Strategis Nasional (PSN) ini berperan penting dalam mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Cipularang, khususnya di sekitar KM 66, karena kendaraan dari arah Bandung dapat langsung keluar melalui Sadang tanpa harus melewati titik kemacetan utama.
Pembalap dan Praktisi Otomotif Rifat Sungkar menilai jalur fungsional Japek II Selatan merupakan solusi alternatif perjalanan jarak jauh yang bermanfaat bagi pemudik.
Meski demikian, Rifat mengimbau pengguna jalan untuk tetap memperhatikan keselamatan berkendara dan tidak terburu-buru selama perjalanan.
“Setelah saya datang ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) kemarin, saya rasa ini solusi yang sangat amat bermanfaat buat semua yang mau mudik, kita di sini kumpul bersama untuk mempersiapkan semuanya. Kita harapkan tol ini cepat jadi juga. Saya happy luar biasa ada jalan cepat Jakarta-Bandung yang bisa jadi privilege, namun tetap harus memperhatikan safety driving agar perjalanan aman dan nyaman,” jelas Rifat.
Selain itu, Jasa Marga melalui PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) juga menyiapkan jalur fungsional Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 KM.
Meski relatif pendek, ruas ini dinilai efektif dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dari pertigaan Bawen hingga melewati Kota Ambarawa yang kerap menjadi titik perlambatan arus saat musim mudik.
Jalur fungsional Ambarawa–Bawen terhubung langsung dengan jaringan Jalan Tol Trans Jawa Ruas Semarang–Solo dan menjadi alternatif strategis bagi pengguna jalan dari arah Gerbang Tol Bawen yang menuju wilayah Magelang, Temanggung, dan sekitarnya.
Dengan tidak adanya persimpangan dan lampu lalu lintas, ruas ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini sering terjadi di Exit Bawen pada periode Lebaran.
Jasa Marga berharap dengan difungsikannya keempat ruas tol tersebut, kelancaran arus mudik Lebaran 2026 dapat terjaga dan terkendali sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat.
Meski seluruh pengguna jalan dapat melintasi ruas tol tersebut secara gratis, namun tetap diwajibkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi terciptanya perjalanan mudik yang aman, tertib, dan lancar.***


















